Ada seribu bintang di matamu
Satu bintang untuk satu rindu
Rindu yang binar-binarnya adalah cahaya
Hujani bumi di malam yang renta
Ada seribu sungai di pipimu
Airmata yang menyungai untuk memori yang biru
Arusnya adalah cinta yang deras menderas
Mengular jauh ke samudera luas
Ada seribu doa di bibirmu
Setiap doa membelah jadi seribu
Yang kemudian mengudara ke sgala tujuan
Dalam amin malaikat di pucuk-pucuk ketinggian
Ayah... Kini engkau tenang
Abadi di dalam kenang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar